Dampak Negatif Industry 4.0 pada Millenials


           


Sebagai anak muda, siapa yang tidak ingin sukses lebih dulu dibanding teman sebayanya? Semua anak muda pasti ingin sukses diusia belia dan bisa menikmati hidup sejak dini. Tetapi nyatanya, tidak sedikit kalangan pemuda yang tidak melakukan apapun untuk mencapai tujuan mulia tersebut. Mereka hanya berandai-andai untuk bisa menjadi orang-orang yang biasa mereka lihat di media sosial sukses di usia muda.

            Pada era Industry 4.0, dimana hampir semua pemuda khususnya pemuda Indonesia, bergemul di media sosial seakan-akan tidak bisa mempertahankan eksistensi mereka tanpa tidak berkunjung kesana. Apakah ini buruk? Ada hal negatif dan ada hal positif dalam hal ini, tergantung pembawaan diri kita masing-masing menanggapi hal ini.

Pertama, hal negatif yang nampaknya sudah menjamur di mayoritas kalangan pemuda Tanah Air. Seperti yang kita tahu, sejak peradaban manusia memasuki era Industry 4.0 dimana gadget seperti HandphoneTablet Computers, dan Laptop sudah menjadi hal yang esensial bagi semua orang. Media sosial seperti Instagram, Youtube, Twitter dan lainnya menjadi tempat dimana para pemuda melihat moment-moment orang lain atau bahkan menjadi tempat mereka membanggakan diri apa yang telah berhasil mereka capai kepada orang lain. Tentunya, kemajuan teknologi tersebut, menjadi ajang bagi kalangan pebisnis untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana Marketing brand mereka.

            Para pemuda-pemudi melihat iklan-iklan dari brand tersebut, tentunya menjadi tertarik untuk membeli keindahan yang ditawarkan, apalagi jika melihat teman-teman mereka memamerkan barang yang baru mereka beli, tentunya sifat dasar manusia yaitu iri terhadap manusia lain tidak bisa dihindari. Hal lain yang juga memengaruhi fikiran pemuda-pemuda adalah melihat teman-teman mereka makan di restoran yang terbilang mewah.

Yang menjadi masalah dalam hal ini adalah, ketidakmampuan secara financial para pemud-pemudi tetapi keinginan mereka untuk membuktikan diri kepada teman-teman dan orang sekitarnya bahwa mereka mampu. Darimana mereka membiayai keinginan mereka? Tentunya, dari orang tua mereka. Para orang tua pada zaman sekarang, cenderung mudah untuk mengeluarkan uang untuk anak mereka, tanpa mengajari arti kata Usaha. Sehingga anak-anak muda pada masa ini juga cenderung mudah untuk meminta uang dari orang tua mereka, untuk membeli barang-barang atau makan di restoran mewah yang sebenarnya belum mampu mereka beli  dan tidak terlalu dibutuhkan.


            Arti kata usaha pun, menjadi luput dari fikiran anak muda pada masa ini. Karena merasa harus mempunyai barang-barang 
branded untuk ajang pembuktian diri kepada orang sekitarnya, mereka dengan entengnya meminta uang kepada orang tua mereka tanpa berfikir apa manfaat yang mereka dapatkan. Hanya kesenangan sesaatlah yang mereka dapatkan karena kepuasan bisa membuktikan diri didepan semua orang.

            Tidak sedikit pula, anak anak muda yang berfikir bahwa uang pemberian orang tua mereka adalah untuk membiayai kehidupan mewah mereka. Saat uang pemberian tersebut habis, mereka tidak segan meminta kembali kepada orang tua mereka, tanpa berfikir untuk berusaha mencari uang hasil jerih payah mereka sendiri, misalnya menabung, kerja part-time, berbisnis dan lainnya. Hal ini sudah menjadi hal yang lumrah dikalangan masyarakat pada masa ini.

            Bila mindset seperti ini terus dipertahankan, tentunya sukses di usia muda menjadi tujuan yang sulit bagi para pemuda tersebut untuk dicapai. Terbiasa dengan dimanjakan oleh kemewahan-kemewahan saat belum waktunya, akan menjadi penghalang untuk mencapai tujuan sukses diusia muda. Ya, memang tugas utama dari seorang pemuda- pemudi pada saat ini adalah mencari ilmu, sehingga bisa survive saat terjun ke kehidupan sebenarnya. Itu lah yang ditanamkan para orang tua terhadap anak-anaknya, yang belakangan ini menjadi salah arti.

            Lalu untuk hal positif dari Industry 4.0 akan saya bahas di post selanjutnya. Dikarenakan, pembahasan pada post kali ini sudah cukup banyak. Subscribe blog ini untuk mendapatkan info update dari post terbaru saya. Semoga bermanfaat dan bisa mengubah mindset para pembaca, dan saran dari saya, sebelum berkomentar tentang apapun, sebaiknya difikir dulu dan disampaikan dengan bahasa yang baik. Saya open terhadap kritikan dengan kalimat yang baik, tidak dengan makian atau mencari kesalahan agar terlihat “menang” dalam argumentasi. Saya terbuka untuk berdiskusi mengenai pembahasan kali ini.

Terima kasih,
Ilham Hadi Ismoyo

             

           

           
           
           






Comments

Popular Posts