Sukses Usia Muda di Era Industry 4.0





Kelanjutan dari post sebelumnya berbicara tentang hal negatif yang terjadi dikalangan pemoeda-pemoedi Indonesia akibat dari Industry 4.0, post kali ini akan berbicara tentang hal positif yang bisa diambil pada era Industry 4.0 . Munculnya platform-platform media sosial serta Market Place pada era ini, menjadi sebuah tembusan baru bagi umat manusia untuk kelanjutan hidup. Mudahnya berbisnis tanpa harus menyewa tempat untuk membuka lapak menjadi sebuah solusi yang sangat baik pada era ini.

            Bagi para pemoeda-pemoedi yang belum berpenghasilan dan masih mengandalkan uang dari orang tua mereka, Industry 4.0 menjadi hal yang positif saat mereka bisa melihat peluang yang ada. Menjadi pelaku bisnis berbasis E-commerce merupakan hal yang menurut saya, adalah salah satu cara untuk bisa berusaha melepaskan diri dari ketergantungan tanggungan orang tua.

            Sudah menjadi hal yang sangat lumrah, membeli barang via Market Place atau pun Instagram karena media sosial sudah menjadi salah satu platform terjadinya transaksi bisnis. Dalam hal ini pun, tidak diperlukan modal untuk membuka toko fisik, sehingga akan sangat menguntungkan bagi para pelaku bisnis, untuk memotong modal awal mereka. Tapi, melakukan bisnis tetap tidak luput dari dibutuhkannya modal. Jadi, darimana para pemoeda-pemoedi bisa mendapatkan modal untuk melakukan hal ini?

            Berbicara tentang para pemoeda-pemoedi yang belum bisa menghasilkan uang sendiri dan masih menjadi tanggungan orang tua mereka, darimana bisa mendapatkan modal? Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan modal bisnis bagi mereka yang belum berpenghasilan, salah satunya adalah dengan menyisihkan uang bulanan mereka dari hasil pemberian orang tua mereka. Disini saya akan bercerita tentang pengalaman saya dalam memulai bisnis dengan modal menyisihkan uang jajan. Saya sendiri pun, masih termasuk dalam golongan yang masih menjadi tanggungan orang tua, dan hal ini lah yang saya lakukan untuk memulai bisnis saya sendiri, menyisihkan uang bulanan saya dan mulai membangun bisnis sendiri untuk bisa berusaha mendapatkan uang lebih.







            Akan banyak hal yang akan menjadi pengorbanan diawal melakukan bisnis. Pada saat saya memulai, uang bulanan pemberian orang tua saya sebenarnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup saya selama 1 bulan dan tidak ada lebihnya. Yang saya lakukan pada saat itu adalah menurunkan gaya hidup saya demi kelangsungan bisnis tersebut sehingga akan cukup untuk menyisihkan uang jajan sebagai modal. Untuk kelanjutannya, akan saya ceritakan di post selanjutnya.

            Adakah hal positif lain yang bisa kita lakukan di era Industry 4.0 ini? Tentunya banyak. Bisa berawal dari Hobi, misalkan, hobi photography, tersedia platform seperti Instagram dan website-website fotografi lainnya sebagai sarana penyalur hobi dan dari hal tersebut, bisa dijadikan sumber Income. Videografi, tersedia platform Youtube dimana pada masa sekarang, Youtuber sudah jadi profesi bagi beberapa orang dan merupakan salah satu sumber penghasilan yang besar. Music, tersedia platform seperti Instagram, Youtube, Soundcloud dan lainnya untuk menyalurkan hobi tersebut, dan banyak lain halnya.

            Platform Youtube, sudah menjadi keseharusan bagi para pemoeda di masa sekarang, bahkan Youtube bagi beberapa orang sudah mengalahkan keberadaan TV di kehidupan sehari-harinya. Memang dibutuhkan creative mind untuk menjadi seorang Youtuber, tapi fikiran kreatif adalah suatu hal yang bisa diasah dan bukan hanya sekedar talenta lahir.

            Membuat Blog, juga menjadi alternatif lain untuk bisa menghasilkan pendapatan di era sekarang. Berbagai macam blog mulai dari personal blog, informative blog, motivation blog dan lainnya sudah marak di Internet. Sudah cukup banyak pula, blogger-blogger terkenal yang berhasil sukses dalam bidang ini, dan ini bisa menjadi salah satu alternative bagi kalian yang hobi menulis.

            Itulah beberapa hal positif yang bisa saya jabarkan di era Industry 4.0 yang sedang marak saat ini. Masih banyak hal positif lainnya yang belum bisa saya jabarkan di post kali ini. Silakan berdiskusi mengenai post ini dalam kolom komentar, saya terbuka untuk kritik, saran, dan diskusi dengan menggunakan kata-kata yang sopan dan tidak ada makian. Mohon maaf jika ada salah kata, sekian.

Terima Kasih,
Ilham Hadi Ismoyo


Comments

Popular Posts