Mindset Orang Soekses




Berdasarkan salah satu buku yang pernah saya baca, ada dua tipe mindset manusia.
1.                Fixed mindset.
2.                Growth Mindset.

Tipe mindset ini akan sangat menentukan bagaimana seseorang akan berfikir, menanggapi, dan menganalisa suatu kejadian. Dan tipe mindset inilah yang juga akan sangat mempengaruhi kesuksesan seseorang. Kenapa demikian? Mari kita lihat penjelasan tentang masing-masing tipe mindset ini.

Yang pertama yang akan saya bahas adalah semua manusia pasti memiliki mindset tetap pada awalnya, dan juga pada occasion tertentu. Tetapi mindset bukanlah suatu hal yang tidak bisa diubah, hanya permasalahan seseorang mau atau tidak mengubah pola fikirnya.

Mindset tetap adalah tipe mindset yang dimana seseorang dengan mindset seperti ini sangat percaya dengan apa yang disebut dengan nature talent. Nature talent adalah bakat alami yang dimiliki seseorang dari lahir, misalnya banyak orang yang bilang bahwa  Lionel Messi memang seorang soccer player berbakat sejak lahir sehingga bisa menjadi sehebat sekarang, dan pemain lain yang tidak memiliki bakat seperti Messi, tidak akan bisa mencapai level kehebatannya. Orang-orang dengan mindset tetap biasanya tidak percaya bahwa seseorang akan bisa melampaui kemampuan orang lain yang memang memiliki nature talent, mereka hanya akan beralasan “saya tidak berbakat dalam hal itu”.

Memang, nature talent adalah suatu hal yang nyata. Ada orang-orang yang dilahirkan dengan bakat tertentu dalam bidang tertentu. Tapi suatu bakat yang dimiliki seseorang, tidak akan bisa berkembang dengan baik kalau orang tersebut memiliki mindset tetap. Kenapa ? Karena sekali lagi, seseorang dengan mindset tetap percaya bahwa nature talent yang mereka miliki sudah sangat cukup untuk membuat mereka sukses, tanpa harus bekerja keras lagi untuk mengasah kemampuannya itu.

Dalam buku yang saya baca, ada satu contoh kasus tentang hal ini. Seorang anak anggap saja si A yang memiliki nature talent bermain biola tapi bermindset tetap, mengikuti les biola. Dia sangat percaya bahwa dirinya sangat berbakat dalam bermain biola karena memang mendapat pujian dari orang-orang disekitarnya, sehingga dia menolak saat diberi ilmu baru oleh gurunya karena merasa dirinya sudah berbakat. Di sisi lain, teman lesnya anggap saja si B yang tidak berbakat dalam biola tetapi memiliki growth-mindset sangat entusias untuk belajar lebih tentang biola. Ketika mereka beranjak sedikit dewasa, ternyata si B berhasil melampaui bakat si A karena usaha yang keras. Si A yang percaya bahwa dia sudah cukup berbakat bermain biola, kecewa karena merasa dirinya bukan lagi yang special diantara teman-temannya.

Orang-orang dengan mindset tetap adalah orang-orang yang berfikir bahwa pujian-pujian yang mereka dapatkan adalah karena kehebatan alami yang mereka punya. Mereka akan sangat senang ketika mendapatkan pujian terhadap kehebatan tersebut. Biasanya, orang-orang bermindset tetap ini terjebak dalam mindset mereka karena memang lingkungan mereka membentuk mereka seperti itu.

Apa maksudnya? Secara tidak sadar, memang kata-kata yang biasa kita dengar, bahkan dari kita masih bayi, dipuji oleh orang-tua kita sendiri membuat kita menjadi bermindset tetap. Manusia memang cenderung untuk memuji orang-orang yang lebih berbakat dibanding yang lainnya, dibanding memuji usaha yang mereka lakukan. Hal ini menyebabkan stigma orang lain menjadi orang yang berbakat adalah orang yang hebat dan patut dipuji, bukan orang yang berusaha keraslah yang patut dipuji.

Misalnya, saat seorang anak mendapatkan nilai bagus di kelasnya, semua orang pasti akan memuji bahwa dia adalah anak yang pintar. Padahal kalau ditelusuri lebih dalam, sang anak yang mendapatkan nilai bagus, berhasil mendapatkannya karena usahanya belajar sebelum ujian. Hal ini menyebabkan sang anak akan berfikir bahwa dia memang anak yang pintar sehingga tidak perlu berusaha keras untuk mendapatkan nilai bagus.

Orang yang memiliki mindset tetap biasanya akan sangat defensive terhadap suatu kritikan terhadap dirinya. Dia akan merasa bahwa dirinya lah yang paling benar, sehingga orang lain tidak berhak untuk mengkritik dirinya. Mereka biasanya akan berkata “ngga, gue tuh orangnya gini gini gini gini” “ya tapi kalo dia gini gini, masa gue harus ikutin dia” apapun yang orang lain katakana menurut mereka adalah hal yang salah. Mereka takut dan tidak mau menerima kritik.

Apakah kalian termasuk orang dengan mindset seperti ini? Analisalah baik-baik dan be honest to yourself, kalau memang kalian ternyata masih termasuk orang bermindset tetap, buka pikiran kalian untuk mengubah mindset kalian. Saya pun awalnya termasuk seseorang yang bermindset tetap dalam beberapa hal, tapi setelah membaca buku tersebut, saya berusaha mengubah pikiran saya menjadi growth-mindset dan menganalisa apa yang masih salah dalam mindset saya. Untuk penjelasan tentang Growth-Mindset, akan dibahas dipost selanjutnya biar yang ini ga kepanjangan.

Seperti biasa, saya terbuka untuk diskusi atau kritik apapun dengan kata-kata yang sopan dan tidak offensive, tidak memaki-maki, dan tidak menyindir. Jadilah orang yang bermanfaat untuk orang lain karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sekitarnya.

Comments

Popular Posts